LA LUNA BAND

la luna

Lama nggak nongol, ternyata Laluna masih punya gigi. Buktinya, singel kojo terbaru mereka, Selepas Kau Pergi, masih sanggup wira-wiri di peringkat atas tangga lagu terpopuler radio-radio di seluruh Indonesia. Malah, di beberapa radio, tuh lagu sukses jadi jawara. Te o pe deh pokoknya!

Jujur, prestasi ini agak nggak terduga. Maklum jack, pas band yang masih digawangi sama Manik (vokal), Utik (drum), Boyan (gitar), dan Erwin (bas), ini ngerilis album kedua, Dua Musim, tahun 2002 lalu, gaungnya nggak begitu kenceng. Buntutnya, prestasi mereka sempet drop. Nama mereka menghilang, dan gara-gara prestasinya jeblok gosip bubar sempet kenceng menerpa.

Jadi penasaran, apa sih rahasia mereka?

"Jadi malu kalo ditanya resep sukses. Abis, kami nggak ngerasa punya resep yang bisa dipertanggungjawabkan sih!" bilang Manik, tersipu.

"Tapi, kami emang ngelakuin banyak perubahan sebelum ngerilis Menanti Pagi. Kami nyoba vakum dulu buat introspeksi. Akhirnya, kami ngerasa nemuin sebuah solusi yang kami rasa bisa bikin musik Laluna diterima sama kuping banyak orang," tambah cewek berambut pendek itu, serius.

Solusi yang dimaksud Manik adalah kompromi. Hal yang nggak dilakukan sama Manik cs. pas ngebikin album kedua. Saat itu, mereka bener-bener bersikap idealis. Sama sekali nggak mau ngedengerin apa kata orang. Hasilnya: dari segi musikal emang oke, tapi jualannya payah.

"Pengalaman itu bikin kami sadar untuk sedikit mengerem idealisme. Apalagi, sebagai musisi yang masuk ke industri, lagu yang kami ciptakan itu adalah untuk orang banyak. Jadi, sukses nggak-nya sebuah lagu ya tergantung minat orang sama lagu itu. So, biar lagu kami bisa disukai banyak orang, kami sempet bikin survey kecil-kecilan sebelum masukin lagu kami ke album," repet Utik, penuh semangat.

Survey gimana nih?

"Begitu selesai bikin lagu, kami coba dengerin ke tetangga. Kalo tetangga kami bisa inget tuh lagu sampe 5 hari, berarti lagunya bagus. Bisa dijual. Tapi, kalo besoknya aja udah lupa, ya kami lupain juga lagunya. Tandanya sulit diterima tuh, hehehe!" samber Manik, ngakak.

Make sense juga sih! Tapi, kalo boleh tau, kenapa sih kalian suka banget pindah label (dalam 4 tahun Laluna sempet pindah label 3 kali, RED.)?

"Kalo soal pindah-pindah label, lain ceritanya. Itu sebenernya nggak disengaja. Kebetulan, perusahaan rekaman selalu nyodorin kontrak satu album. Setelah itu, baru ada opsi buat bikin album selanjutnya. Sebenernya, mau juga sih dikontrak lebih dari satu album. Tapi, sampe sekarang belum ada yang memperpanjang kontrak tuh! Mungkin, mereka emang nggak yakin kali sama lagu kami," jawab Utik, cepat.

Sekarang, setelah lagunya sukses jadi hit, ada kemungkinan dong dapet kontrak borongan?

"Mungkin sih mungkin. Tapi, kami nggak mau ah. Abis, kami ngerasa lebih enjoy dikontrak per album. Nggak ada beban. Hasilnya, kami bisa lebih lepas bikin-bikin lagu," kata Manik, tegas.

Nah lo!? Katanya......

Resep Bikin Lagu Sukses Ala Laluna!

Bikin lagu berlirik cinta, soalnya cinta itu bisa diterima sama siapa aja.
Kalo bisa, sesuaikan lirik lagu sama musim. Contohnya pas Valentine. Lo harus bikin lagu soal jatuh cinta dan manisnya cinta. Pas liburan kenaikan kelas, bikin lagu patah hati. Pasti banyak yang nyantol deh sama lagu-lagu lo!
Bikin lagu yang temponya medium slow, alias menengah ke pelan. Soalnya orang Indonesia suka sama tempo ini.
Cari kata yang beneran nendang buat reffrain.
Jangan bikin lirik njelimet. Nanti orang susah ngapalinnya

Average: 3 (1 vote)